Membersihkan Hydration pack



Hydration Pack membuat pendaki nyaman karena tetap terhidrasi selama perjalanan tanpa repot harus menurunkan ransel. Untuk memastikan Hydration
Pack tetap bersih, setelah selesai menggunakannya, tabung dan pipa harus dikosongkan dan dianginkan sampai kering. Pastikan bagian dalam tabung kering untuk menghindari jamur.
Untuk menjaga tabung air dan pipa tetap segar dan bebas dari rasa jamur, berikut cara membersihkannya:


1. Campur 1 atau 2 sendok baking soda dengan 2 atau 3 liter air

2. Peras setengah dari jeruk lemon ke campuran itu, lalu tuang ke tabung. Biarkan selama 1 atau 2 hari

3. Kosongkan tabung dan bilas lalu gantung sampai kering dalam keadaan tutup terbuka (mengeringkan dengan cleaning kits dari produk juga akan membantu) Jika tabung digunakan untuk menyimpan minuman dengan rasa atau minuman olahraga, hampir bisa dikatakan tidak mungkin membersihkan rasa tersebut dari Hydration. Jadi sedapat mungkin hindari memasukkan minuman berasa kedalam Hydration. Hindari menggunakan yodium atau tablet purifikasi air di dalam tabung. Biasanya rasa dari yodium tersebut akan lama tinggal bahkan bisa selamanya. Saat menyimpannya, pastikan dalam keadaan benar-benar kering, jangan dilipat. Jika memungkinkan, ganjal agar tabungnya terbuka sehingga sirkulasi udara memasuki bagian dalam tabung.

Mendirikan Tenda Saat Terjadi Badai




Saat mendaki kadang kita mendapatkan cuaca di luar perkiraan, seperti badai misalnya, dan pas pula saat kita akan mendirikan tenda di daerah terbuka. Mendirikan tenda di daerah terbuka dan saat badai cukup sulit. Selain itu ada risiko tenda akan tertiup angin dan tak jarang robek atau patah rangka tendanya.
Berikut tips mendirikan tenda dengan mudah di tengah badai dan medan terbuka. Perlu dua orang untuk mendirikan tenda dengan cara ini.

1. Pastikan semua pasak dan tali pengaman tenda ada, juga pisahkan bagian flysheet dan tenda agar tidak terbang saat membukanya.

2. Bentangkan tenda sesuai dengan bentuk lantai kemudian pasang pasak pada ujungujungnya yang telah tentukan.

3. Kemudian pasangkan satu per satu frame atau rangka tenda sesuai konstruksinya, namun jangan pasangkan dulu semuanya, jangan pasangkan hingga berdiri. Pastikan salah satu ujung frame atau rangka tenda telah terpasang pada tempat kaitannya.

4. Kemudian berdua secara serentak memasang ujung rangka yang lain hingga berdiri. Tahapan ini harus dilakukan dengan cepat dan tepat namun hati-hati agar tidak membuat frame atau rangka patah.

5. Pasang flysheet tenda dari arah angin, jangan melawan arah angin. Lalu pasang semua tali penguat tenda. Jika perlu tambahkan tali penguat pada tiap-tiap framenya agar frame bisa bertahan terhadap tiupan angin.

Menghindari Kemungkinan Tersesat di Gunung





Ambil setiap langkah yang bisa mencegah tersesat
Belajar navigasi darat (peta dan kompas). Sebelum mendaki, pelajari peta area gunung dan biasakan dengan tanda medannya seperti sungai, punggungan, puncak, dan tanda lainnya. Beritahukan rencana perjalanan pada keluarga atau teman. Ketika sampai di lokasi dan mulai mendaki, amati topografi medan (punggungan, puncak, sungai, dan lainnya). Semua bisa menjadi titik referensi yang bagus saat kita di ketinggian.

Biasakan selalu membawa peta dan kompas
saat mendaki. Jika kehilangan arah, berhentilah, keluarkan peta dan lihat sekeliling untuk mencari tanda medan yang bisa dikenali. Pelajari dengan tenang peta dan medan sekeliling anda setidaknya lima menit. Untuk membantu orientasi,

naik ke punggungan atau tempat tinggi, sehingga akan memudahkan mengenali perbukitan atau sungai yang bisa ditandai di peta. Tetapi jangan mengembara terlalu jauh dari rute asli, terlebih jika tidak memiliki peta.

Jika masih tersesat lakukan S.T.O.P (Stop, Think, Observe, dan Plan) atau berhenti, berpikir, mengamati, dan merencanakan. Cobalah kembali ke lokasi terakhir sebelum tersesat jika masih dalam jarak wajar. Putuskan segera tindakan dan taatilah. Yang paling penting, jangan panik, hematlah energi. Jika tidak bisa menemukan tanda-tanda alam yang bisa dikenali saat mencoba kembali, diam di tempat. Jika membawa peluit, tiup dengan interval teratur agar bisa didengar tim SAR atau pendaki lain. Selain itu bersiaplah menyusun rencana survival atau rencana bertahan hidup.

3 Hal Penting Saat Packing Ransel


1. Lindungi sleeping bag
Ransel umumnya memiliki ruang khusus untuk menyimpan sleeping bag yakni di bagian bawah ransel. Selain itu pastikan sleeping bag terlindung dari udara basah dan lembab. Ide yang bagus untuk selalu membawa kantong plastic sampah besar dan dimasukkan ke ransel hingga ke bagian bawah. Jadi jika hujan sleeping bag akan lebih terlindungi.

2. Seimbangkan beban
Bawalah pakaian, peralatan masak, dan makanan dalam kompartemen utama. Peralatan yang berat harus dipacking di dalam yang dekat dengan punggung untuk membuat keseimbangan yang tepat. Akan membantu juga jika memakai pakaian sebagai penghalang antara punggung dengan peralatan berujung keras seperti peralatan memasak atau botol bahan bakar.

Perlengkapan yang beratnya sedang diletakkan di atas dan di bagian luar dari ransel. Atur perlengkapan dalam kantong berwarna-warni atau berkode, karena akan membuat packing lebih mudah dan akan membantu dengan cepatmenemukan barang yang dicari.

3. Simpan yang penting di tempat yang mudah
Simpan kacamata hitam, peta, kompas, altimeter, GPS, botol air, kamera, pisau lipat, dan perlengkapan kecil lainnya yang sering dibutuhkan di kantong luar ransel sehingga mudah diambil. Konsisten menyimpan setiap perlengkapan dalam kantong yang sama atau lokasi yang sama. Setelah memiliki kebiasaan packing rutin, maka akan mudah menemukan perlengkapan setiap membutuhkannya.