Tampilkan postingan dengan label bivak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bivak. Tampilkan semua postingan

Memilih Lokasi Membuat Bivak


Sebelum Anda dihadapkan pada situasi survival yang mengharuskan anda untuk berimprovisasi membangun tempat perlindungan atau bivak alam di alam bebas, pastikan terlebih dahulu Anda untuk berlatih membangun berbagai jenis bivak alam, sehingga Anda akan siap bila keadaan darurat tersebut muncul dihadapan Anda. Jenis bivak alam yang bisa Anda bangun akan sangat tergantung pada peralatan yang Anda bawa, dan pada medan dan iklim dimana anda berada. Namun, ada pedoman umum yang dapat diterapkan untuk setiap situasi di alam bebas. 

Mengetahui teknik untuk membuat tempat berlindung sederhana dari cuaca dan angin adalah bagian yang penting dari kelangsungan hidup Anda di alam bebas. Membangun bivak alam untuk bertahan hidup adalah prioritas yang mutlak saat Anda menghadapi situasi survival di alam bebas dengan cuaca yang tidak bisa diperkirakan. Sebuah tempat perlindungan yang baik harus mampu melindungi Anda dari cuaca dan cukup nyaman untuk beristirahat dan tidur. Tanpa adanya perlindungan dari cuaca yang dingin dan buruk, kebanyakan orang tidak akan dapat bertahan hidup lama, hanya dalam kurun waktu yang tak lebih dari beberapa jam.


Sebelum memulai membangun sebuah bivak alam perhatikan beberapa hal berikut ini:
• Jika bisa pilihlah permukaan tanah yang kering, serta berdrainase baik dan cukup datar.
• Pilihlah lokasi yang berjarak cukup nyaman untuk lokasi air dan memiliki persediaan kayu bakar.
• Pilihlah lokasi yang memiliki bahan material untuk membangun bivak alam Anda
• Pilihlah lokasi yang memberikan perlindungan terhadap angin kencang.
• Jika situasi anda dalam keadaan tersesat atau hilang dan orang-orang mungkin sedang mencari Anda, pastikan bivak alam yang Anda bangun gampang terlihat dan ditemukan.

Lokasi bivak alam yang tidak cocok:
• Lokasi yang terlalu dekat dengan sumber air, ini mungkin akan membuat Anda menjadi bermasalah dengan serangga yang umumnya banyak terdapat didekat sumber air.
• Dipinggir sungai merupakan ancaman yang konstan untuk keselamatan. Jika hujan lebat di perbukitan dekat hulu sungai, akan dengan mudah menyebabkan terjadinya banjir bandang. Hindari dasar sungai kering.
• Hindari lokasi yang berbatuan longgar, pohon mati atau tumbuhan yang berpotensi jatuh menimpa tempat perlindungan atau bivak Anda.
• Hindari lokasi tanah yang rendah, seperti jurang dan lembah sempit, karena kemungkinan akan lembab dan selain itu daerah ini mengumpulkan udara dingin di malam hari dan akan lebih dingin dari pada punggungan yang lebih tinggi di sekitarnya. Di sisi lain, puncak-puncak gunung juga terbuka terhadap kemungkinan terkena angin karena posisinya lebih tinggi. Daerah terbaik untuk mencari perlindungan adalah diantara kedua posisi tersebut.

Carilah formasi alam yang dapat memberikan tempat berlindung untuk mendirikan bivak. Contohnya termasuk gua, celah-celah batu dan pohon-pohon besar yang menggantung rendah atau sudah rubuh. Tapi terlebih dahulu pastikan tempat-tempat tersebut tidak mendatangkan bahaya kepada Anda, cek terlebih dahulu goa-goa akan kemungkinan dihuni oleh binatang dan pastikan dalam keadaan aman untuk anda tempati. Jika tidak ada pembentukan alami yang tersedia untuk dijadikan tempat berlindung, Anda akan perlu untuk membangunnya sendiri. Bangunlah bivak alam Anda cukup besar untuk mengakomodasi Anda, terutama sekali di daerah pegunungan yang beriklim dingin, jangan terlalu besar karena anda harus menghangatkannya untuk ditempati.

Membuat Bivak



Bivak alam adalah contoh dari sebuah tempat perlindungan untuk bertahan hidup di alam bebas. Sebuah pondok yang terbuat puing-puing dan tumpukan daun-daun kering, cabang-cabang pohon dan apa pun yang ada di sekitar lokasi tersebut. Jika dilakukan dengan benar, maka ada cukup ruang di bawahnya untuk Anda berbaring dengan nyaman dan tentu saja dengan masih bernapas. Perlu waktu sekitar 1-2 jam untuk membangun sebuah bivak alam, jadi jangan menunggu sampai hari gelap untuk mulai membangunnya.

Berikut salah satu contoh berimprovisasi membangun sebuah bivak alam:
• Carilah sebuah batang yang kokoh dan panjang sekitar 1,5 hingga 2 kali tinggi badan Anda. Ini akan menjadi penunjang utama bivak Anda. Pilihan lain adalah untuk mencari pohon tumbang yang sesuai untuk membangun bivak. Carilah
sesuatu yang bisa untuk menahan balok utama bivak dari tanah. Sebuah batu, tunggul, pohon dengan cabang-cabang, atau apapun cukup kuat dapat digunakan untuk menahannya. Tingginya harus sedikit lebih tinggi dari anda saat duduk. Buatlah bivak Anda cukup besar untuk mengakomodasi Anda, terutama di iklim dingin, karena Anda akan harus menghangatkannya dengan panas tubuh anda sendiri.
• Sandarkan kayu kecil pada kedua sisi balok utama anda di sekitar 45 derajat untuk membuat kerangka dari bivak. Letakkan secara berdekatan dan penuhi sekitarnya dengan cabang-cabang yang lebih kecil.
 
 • Tutupi kerangka bivak ini dengan material seperti daundaun kering, pakis kering, cabang-cabang cemara, atau rumput. Gunakan apa pun yang dapat Anda temukan. Setelah cukup semuanya, setidaknya tertutup atasnya, Anda perlu menempatkan lapisan kecil, sebuah ranting kecil di atas bagian luar bivak untuk mencegah semua isolasi anda terbang tertiup angin.
• Tergantung pada seberapa tebal lapisan isolasi bivak Anda, dan material bivak yang digunakan cukup kering, maka bivak tersebut bisa membuat orang kering dan hangat di suhu yang dingin.
• Tempatkan 30 cm lapisan dedaunan di dalam bivak. Cobalah untuk memilih daun-daun kering yang aman sebagai alas tidur Anda. Panas tubuh anda bisa hilang dengan sangat cepat jika tidur di atas tanah.
• Pada pintu masuk bivak, tumpuklah material isolasi yang dapat Anda tarik ulur dari dalam bivak untuk menutup pintu masuk atau buatlah pintu masuknya. Tempatkanlah pintu masuk jauh dari arah datangnya angin. Angin dan hujan yang bertiup langsung ke arah atau ke pintu masuk dari bivak akan menyebabkan bivak kehilangan kehangatannya.
• Anda dapat membuat pintu dengan mengumpulkan rantingranting seukuran jari tangan dan menganyamnya ke dalam pola grid. Buatlah dua grid dan tempatkan dedaunan kering atau rumput kering ditengahnya. Kemudian ikat jadikan satu dan Andapun memiliki pintu yang terisolasi. Dengan memahami dan sering melatih kemampuan Anda, maka dengan sendirinya saat anda berhadapan dengan situasi survival/ darurat Anda akan lebih cepat bereaksi tanpa membuang waktu berharga Anda. Ingat waktu adalah hidup Anda saat Anda berada disituasi yang darurat di alam bebas.